Kerangka game yang akan kita buat kali ini adalah perbedaan gambar. Dalam kerangka game ini kita akan membandingkan gambar A dengan gambar B. Cara memainkannya sangat mudah, apabila pada gambar bagian A berbeda dengan gambar bagian B, maka tekan bagian yang berbeda pada gambar bagian A tersebut.
2. Buatlah 1 buah static text yang bertuliskan Carilah perbedaan yang terdapat pada gambar A dengan yang ada di gambar B. Klik langsung bagian gambar A yang menurut anda berbeda dengan bagian di gambar B.
3. Buatlah 2 buah objek seperti di bawah ini :
4. Buatlah sebuah lingkaran dengan garis berwarna hitam dan bagian dalam lingkaran berwarna putih alpha 10%.
5. Seleksi lingkaran tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan lingkaran sebagai name dan movie clip sebagai type serta pastikan titik registrationnya berada di tengah-tengah lalu tekan ok.
6. Klik kanan movie clip lingkaran di stage kemudian pilih Edit untuk masuk ke dalam stage movie clip lingkaran.
7. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
1 2
//menghentikan frame agar tidak bergerak ke frame berikutnya stop();
8. Klik kanan frame 1 dan pilih Copy Frames. Klik kanan frame 2 dan pilih Paste Frame.
9. Ubah warna garis lingkaran di frame 2 menjadi berwarna merah. Jika sudah tekan Ctrl+E untuk kembali ke stage scene 1.
10. Seleksi movie clip lingkaran di stage kemudian tekan Ctrl+D sebanyak 3 kali sehingga terdapat 4 buah movie clip lingkaran.
11. Seleksi movie clip lingkaran pertama dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul masukkan lingkaran1 sebagai instance name.
12. Berikan instance name pada lingkaran yang lain sesuai nomornya. Sehingga di stage terdapat 4 buah movie clip yang masing-masing berinstance name lingkaran1, lingkaran2, lingkaran3, lingkaran4.
13. Atur posisi 4 buah movie clip lingkaran tadi seperti gambar di bawah ini :
14. Jika ukuran movie clip lingkaran terlalu besar maka kecilkanlah dengan menggunakan Free Transform Tool.
15. Buatlah 3 buah static text masing-masing bertuliskan A, B, perbedaan lagi.
16. Buatlah sebuah dynamic text dan pada panel properties masukkan jumlah sebagai Var.
17. Buatlah sebuah dynamic text dengan tulisan RESET dan pada panel properties aktifkan tombol Show border around text.
18. Seleksi dynamic text bertuliskan RESET dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan reset_btn sebagai name dan button sebagai type lalu tekan ok.
19. Seleksi button reset_btn dan pada panel properties masukkan reset_btn sebagai instance name.
20. Atur letak seluruh objek yang dibuat seperti gambar di bawah ini :
21. Klik tombol Insert layer pada timeline sehingga memunculkan layer baru bernama Layer 2. Klik dan drag Layer 2 ke bawah sehingga berada di bawah layer 1
22. Klik frame 1 layer 2 dan buatlah sebuah invisible button dengan panjang dan lebar sama dengan panjang dan lebar kotak yang memuat gambar A.
23. Letakkan invisible button tersebut tepat di tengah-tengah gambar A.
24. Klik frame 1 layer 1 dan pada panel actions masukkan script berikut :
2. Pada frame 1, buatlah sebuah garis lurus di tengah-tengah stage seperti gambar di bawah ini.
3. Klik kanan frame 10 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 10.
4. Klik kanan frame 11 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 11.
5. Klik kanan frame 12 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 12.
6. Klik kanan frame 13 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 13.
7. Klik kanan frame 14 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 14.
8. Klik kanan frame 15 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 15.
9. Klik kanan frame 16 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 16.
10. Klik kanan frame 17 dan pilih Insert Blank Keyframe. Pastikan anda masih menyeleksi frame 17, lalu tekan F9 pada keyboard. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
1 2
//mainkan frame sesuai nilai acaka 7 yang kemudian ditambah 10 gotoAndPlay(random(7)+10);
Panel Filter adalah panel yang digunakan untuk memberikan efek pada suatu objek. Objek tersebut berupa text, movie clip dan button. Fasilitas filter ini mulai diperkenalkan pada Flash 8. Objek yang menggunakan efek dari fasilitas filter ini tidak hanya berubah tampilannya saja tetapi dapa juga dianimasikan dengan menggunakan motion tween. Misalnya pada frame 1 anda membuat sebuah movie clip lingkaran dan pada frame 10 anda memberikan efek glow pada movie clip lingkaran tersebut apabila kemudian anda memberikan motion tween pada frame lingkaran itu berada maka akan terlihat sebuah animasi dimana sebuah lingkaran yang tadinya biasa saja kemudian berubah menjadi bersinar. Untuk menggunakan panel filter ini anda dapat membukanya melalui menubar Window>Properties>Filters.
1. Add Filter : ketika tombol ini ditekan akan muncul menu lagi
Preset : akan muncul 3 menu apabila anda menyeleksi menu preset ini.
Save As : digunakan untuk menyimpan filter dengan parameter yang sudah anda atur. Untuk menggunakannya, terlebih dahulu anda harus memilih filter yang sudah disediakan. Kemudian atur parameternya sesuai keinginan anda. Lalu pilih Save As ini untuk menyimpan filter hasil modifikasi anda. Filter hasil Save As akan muncul di bawah Delete
Rename : digunakan untuk mengulangi pemberian nama filter hasil Save As
Delete : digunakan untuk menghapus filter hasil Save As
Remove All : digunakan untuk menghapus seluruh filter yang anda gunakan pada objek yang terseleksi.
Enable All : digunakan untuk mengaktifkan filter yang sebelumnya dinonaktifkan pada objek yang terseleksi.
Disable All : digunakan untuk mengnonaktifkan filter yang sebelumnya diaktifkan pada objek yang terseleksi.
Drop Shadow : digunakan untuk memberikan efek drop shadow pada objek
Blur : digunakan untuk memberikan efek blur pada objek
Glow : digunakan untuk memberikan efek glow pada objek
Bevel : digunakan untuk memberikan efek bevel pada objek
Gradient Glow : digunakan untuk memberikan efek gradient glow pada objek
Gradient Bevel : digunakan untuk memberikan efek gradient bevel pada objek
Adjust Color : digunakan untuk mengatur brightness, contrast, saturation, dan hue pada objek
2. Remove Filter : digunakan untuk menghapus filter yang digunakan pada objek yang terseleksi. Untuk menghapus filter yang anda gunakan, anda terlebih dahulu harus menyeleksi filter yang ingin dihapus lalu itu tekan tombol remove filter ini untuk menghapusnya.
3. Filter Box : Kotak yang digunakan untuk menampilkan filter yang digunakan pada objek.
2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.
3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.
4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih bevel.
5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :
1. Blur X : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan bevel berdasarkan koordinat x
2. Blur Y : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan bevel berdasarkan koordinat y
3. Strength : digunakan untuk mengatur ketebalan bevel
4. Quality : digunakan untuk mengatur kualitas bevel
5. Shadow : digunakan untuk mengatur warna bayangan bevel
6. Highlight : digunakan untuk mengatur warna cahaya bevel
7. Angle : digunakan untuk mengatur sudut bevel dengan objek
8. Distance : digunakan untuk mengatur jarak bevel dengan objek
9. Knockout : digunakan untuk membuat warna objek menjadi transparan
10. Type : digunakan untuk mengatur tampilan bevel. Terdapat 3 pilihan yaitu : Inner (efek bevel hanya berada di dalam objek), Outer (efek bevel hanya berada di luar objek), Full (efek bevel berada di dalam dan di luar objek)
6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk bevel.
2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.
3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.
4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih gradient glow.
5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :
1. Blur X : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan gradient glow berdasarkan koordinat x
2. Blur Y : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan gradient glow berdasarkan koordinat y
3. Strength : digunakan untuk mengatur ketebalan gradient glow
4. Quality : digunakan untuk mengatur kualitas gradient glow
5. Angle : digunakan untuk mengatur sudut gradient glow dengan objek
6. Distance : digunakan untuk mengatur jarak gradient glow dengan objek
7. Knockout : digunakan untuk membuat warna objek menjadi transparan
8. Type : digunakan untuk mengatur tampilan gradient glow. Terdapat 3 pilihan yaitu : Inner (efek gradient bevel hanya berada di dalam objek), Outer (efek gradient bevel hanya berada di luar objek), Full (efek gradient bevel berada di dalam dan di luar objek)
9. Gradient Color : digunakan untuk mengatur warna pada gradient glow
6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk gradient glow.
2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.
3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.
4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih gradient bevel.
5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :
1. Blur X : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan gradient bevel berdasarkan koordinat x
2. Blur Y : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan gradient bevel berdasarkan koordinat y
3. Strength : digunakan untuk mengatur ketebalan gradient glow
4. Quality : digunakan untuk mengatur kualitas gradient bevel
5. Angle : digunakan untuk mengatur sudut gradient bevel dengan objek
6. Distance : digunakan untuk mengatur jarak gradient bevel dengan objek
7. Knockout : digunakan untuk membuat warna objek menjadi transparan
8. Type : digunakan untuk mengatur tampilan gradient bevel. Terdapat 3 pilihan yaitu : Inner (efek gradient bevel hanya berada di dalam objek), Outer (efek gradient bevel hanya berada di luar objek), Full (efek gradient bevel berada di dalam dan di luar objek)
9. Gradient Color : digunakan untuk mengatur warna pada gradient bevel
6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk gradient bevel.
Mengetik menggunakan keyboard sudah biasa, tapi kali ini kita akan mengetik dengan menekan tombol yang sudah disediakan. Prinsipnya sama seperti kalkulator. Jika tombol pada kalkulator ditekan akan muncul angka, pada tutorial di bawah ini akan muncul huruf.
2. Buatlah sebuah input text di stage. Seleksi input text tersebut dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul masukkan kertas sebagai var dan aktifkan tombol show border around text.
3. Buatlah sebuah persegi berwarna merah dengan hitam sebagai warna garisnya. Seleksi persegi tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan kotak_btn sebagai instance name dan button sebagai type lalu tekan ok.
4. Seleksi kotak_btn di stage dan tekan Ctrl+D sebanyak 27 kali.
5. Buatlah 27 buah static text masing-masing bertuliskan huruf abjad a-z, Space, Clear All.
6. Letakkan setiap static text tadi di tengah-tengah kotak_btn. Atur ukuran kotak_btn yang ditempati static text bertuliskan Space dan Clear All menjadi lebih besar.
7. Setelah masing-masing static text terpasang pada seluruh kotak_btn. Atur letaknya sehingga seperti gambar di bawah ini :
8. Berikan seluruh kotak_btn di stage dengan instance name seperti gambar di bawah ini :
Arahkan kursor mouse pada salah satu kotak untuk mengetahui instance namenya
9. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
//membuat variable bernama kertas dengan nilai kosong kertas = ""; //membuat array bernama yang di dalamnya berisi kumpulan huruf abjad huruf = ["a", "b", "c", "d", "e", "f", "g", "h", "i", "j", "k", "l", "m", "n", "o", "p", "q", "r", "s", "t", "u", "v", "w", "x", "y", "z"]; //membuat variable i dengan nilai 1 sampai 26 for(i=1; i<=26; i++){ //membuat variable no di dalam i+"_btn" dengan nilai sama dengan i _root[i+"_btn"].no = i; //ketika i+"_btn" ditekan _root[i+"_btn"].onPress = function(){ //menambahkan nilai pada variable kertas sesuai nilai pada array huruf yang
berdasarkan nilai variable no tombol ini dikurangi 1 kertas += huruf[this.no-1]; }; } //ketika space_btn ditekan space_btn.onPress = function(){ //tambahkan spasi di variable kertas kertas += " "; }; //ketika clearall_btn ditekan clearall_btn.onPress = function(){ //nilai variable kertas menjadi kosong kertas = ""; }; onEnterFrame = function(){ kertas.focusEnabled = true;
Actionscript terdiri dari 2 kata yaitu : action (aksi) dan script (tulisan/naskah) yang berarti tulisan/naskah yang beraksi
Actionscript adalah bahasa pemrograman yang digunakan di Flash. Hingga saat ini sudah mencapai 3 versi.
Actionscript 1.0 (tahun 2000 - tahun 2003) mulai dipergunakan pada Flash 5 dengan minimal dimainkan di Flash Player 5
Actionscript 2.0 (tahun 2003 - tahun 2006) mulai dipergunakan pada Flash MX 2004 dengan minimal dimainkan di Flash Player 7
Actionscript 3.0 (tahun 2006 sampai sekarang) mulai dipergunakan pada Flash CS3 dengan minimal dimainkan di Flash Player 9
Di Flash actionscript ditulis pada panel actions. Penulisan actionscript di panel actions dapat dilakukan pada 3 tempat yaitu pada movie clip, button, dan frame. Ketiga buah tempat tadi memiliki aturan penulisan yang berbeda.
1. Untuk menjalankan event pada button, script pada button penulisannya diawali dengan on(){}
2. Untuk menjalankan event pada movie clip, script pada movie clip penulisannya diawali dengan on(){} atau onClipEvent(){}
3. Untuk menjalankan event pada frame, script pada frame penulisannya diawali dengan onLoad=function(){} atau onEnterFrame=function(){} atau onPress=function(){} atau onRelease=function(){} dsb.
Ketiga cara penulisan script tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan. Kami lebih merekomendasikan menulis script pada frame karena apabila terdapat kesalahan/error pada script yang anda tulis anda dapat cepat memperbaikinya. Coba bandingkan apabila anda menulis script pada movie clip atau button, jika sampai muncul kesalahan/error pada script yang anda tulis, tentunya anda harus mengeceknya satu per satu mana yang error.
Untuk mengecek apakah terdapat kesalahan pada script yang anda tulis anda dapat menggunakan tombol Check syntax pada panel actions. Ketika tombol Check syntax ini ditekan, apabila script yang anda tulis terdapat kesalahan maka akan muncul kotak dialog beserta panel output yang di dalamnya berisi informasi kesalahan pada script anda. Apabila script yang anda tulis sudah benar maka akan muncul kotak dialog bertuliskan This script contains no errors.
Seperti dalam kehidupan nyata tulisan pada selembar kertas harus ditulis dengan rapi agar enak membacanya. Begitu juga penulisan script, apabila kurang rapi penulisannya tentunya anda akan tidak enak membacanya atau malah sampai bingung bagaimana membacanya. Untuk itu di Flash sudah disediakan fasilitas untuk merapikan script yang anda tulis. Caranya cukup mudah, apabila anda sudah yakin tidak ada error pada script yang anda tulis, silahkan anda menekan tombol Auto format pada panel actions. Jika anda menekan tombol tersebut maka script yang tadinya penulisannya kurang rapi (ada yang terlalu kekanan, ada yang terlalu banyak spasinya dsb) akan menjadi teratur dan rapi secara otomatis.
Berikut ini beberapa actionscript yang sering digunakan :
Efek yang dibuat kali ini adalah efek salju. Salju yang muncul akan kita buat dengan menggunakan attachMovie. Dimana nantinya sebuah lingkaran akan di attach ke dalam stage dengan posisi, ukuran, dan kecepatan yang di acak. Lingkaran ini akan bergerak turun terus. Apabila keluar dari stage maka lingkaran ini akan dihapus.
2. Buatlah sebuah lingkaran kecil berwarna putih tanpa garis.
3. Seleksi lingkaran tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan salju sebagai name dan movie clip sebagai type serta pastikan titik registrationnya berada di tengah-tengah lalu tekan ok.
4. Hapus movie clip salju di stage kemudian tekan Ctrl+L. Pada panel library yang muncul klik kanan movie clip salju dan pilih linkage,
5. Pada panel yang muncul berikan tanda contreng pada Export for ActionScript dan masukkan salju sebagai identifier lalu tekan ok.
6. Buatlah sebuah persegi berwarna biru tua tanpa garis dengan panjang dan lebar sama dengan panjang dan lebar stage.
//membuat variable bernama jumlah_animasi dengan nilai 0 jumlah_animasi = 0; //perintah yang dijalankan ketika frame ini dimainkan onEnterFrame = function(){ //jika jumlah_animasi kurang dari 30 if(jumlah_animasi<30){ //memasukkan movie clip berlinkage salhu ke dalam stage dengan instance name salju pada posisi x sama dengan nilai acak panjang stage dan posisi y sama dengan 0 salju = attachMovie("salju", "salju"+_root.getNextHighestDepth(), _root.getNextHighestDepth(), {_x:random(Stage.width), _y:0}); //nilai ukuran salju sama dengan nilai acak 30 ditambah 60 salju._xscale = salju._yscale=random(30)+60; //membuat variable kecepatan di dalam movie clip salju dengan nilai acak 10 ditambah 2 salju.kecepatan = random(6)+2; //varibale jumlah_animasi ditambah 1 jumlah_animasi += 1; //perintah yang dijalankan ketika frame movie clip salju dimainkan salju.onEnterFrame = function(){ //koordinat y movie clip ini ditambah nilai variable kecepatan movie clip ini this._y += this.kecepatan; //jika nilai koordinat y movie clip ini lebih dari nilai lebar stage if(this._y>Stage.height){ //hapus movie clip ini dari stage this.removeMovieClip(); //nilai variable jumlah_animasi dikurangi 1 jumlah_animasi -= 1; } }; } };
Scene ini bisa diartikan semacam membuat flash document baru namun dengan settingan flash document pertama yang anda buat. Scene ini cocok digunakan bagi anda yang membuat presentasi, pembelajaran interaktif, game yang membutuhkan pembagian beberapa menu seperti opening, main menu, ending. Sebenarnya hanya dengan menggunakan 1 buah scene bisa dilakukan tetapi nanti framenya akan terlihat panjang sekali. Oleh karena itu apabila anda menggunakan beberapa menu sebaiknya gunakan scene tambahan. Karateristik scene yang perlu anda ketahui adalah ketika frame pada timelinescene pertama habis untuk dimainkan maka secara otomatis akan langsung berpindah ke frame pada timelinescene kedua. Apabila frame pada timelinescene kedua habis untuk dimainkan maka otomatis akan memainkan frame pada timelinescene ketiga dan begitu seterusnya. Untuk mengatasinya anda perlu menggunakan actionscript, misalnya stop().
Untuk menggunakan scene ini, pertama hal yang anda lakukan adalah memunculkan panel scene terlebih dahulu dengan menekan Shift+F2 atau melalui menu bar Window>Other Panels>Scene.
Setelah panel scene muncul anda dapat menambahkan scene pada flash document anda dengan menekan tombol + pada panel scene tersebut.
Untuk menduplikasi scene yang sudah ada anda dapat menekan tombol duplicate scene yang berada di sebelah kiri tanda +.
Untuk membuka scene, klik sekali nama scene yang diinginkan pada panel scene.
Untuk mengubah nama scene, klik dua kali (double klik) nama scene pada panel scene yang ingin dirubah namanya. Kemudian rubah namanya sesuai keinginan anda.
Untuk menghapus scene, seleksi terlebih dahulu scene yang anda ingin hapus dengan mengkliknya pada panel scene. Kemudian tekan tombol delete scene yang terletak disebalah kanan tombol + pada panel scene.
Untuk contoh penggunaannya silahkan lihat contoh berikut ini :
3. Pastikan anda masih menyeleksi dyanmic text tadi kemudian tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan pindah_btn sebagai name dan button sebagai type lalu tekan ok.
4. Seleksi button pindah_btn dan pada panel propertiesnya masukkan pindah_btn sebagai instance name.
5. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
6. Tekan Shift+F2 dan pada panel scene yang muncul tekan tombol + sekali maka akan muncul scene baru bernama Scene 2 sekaligus anda akan berpindah ke scene baru tersebut.
7. Pada stage scene baru buatlah sebuah static text bertuliskan Ini adalah scene 2.
8. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
1 2
//menghentikan jalannya frame stop();
9. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.
Silahkan tekan tombol pindah scene, anda secara otomatis akan berpindah ke scene 2.