Rabu, 21 Oktober 2009

Perbedaan Gambar

Kerangka game yang akan kita buat kali ini adalah perbedaan gambar. Dalam kerangka game ini kita akan membandingkan gambar A dengan gambar B. Cara memainkannya sangat mudah, apabila pada gambar bagian A berbeda dengan gambar bagian B, maka tekan bagian yang berbeda pada gambar bagian A tersebut.

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah 1 buah static text yang bertuliskan Carilah perbedaan yang terdapat pada gambar A dengan yang ada di gambar B. Klik langsung bagian gambar A yang menurut anda berbeda dengan bagian di gambar B.

3. Buatlah 2 buah objek seperti di bawah ini :

gambar-objek

4. Buatlah sebuah lingkaran dengan garis berwarna hitam dan bagian dalam lingkaran berwarna putih alpha 10%.

5. Seleksi lingkaran tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan lingkaran sebagai name dan movie clip sebagai type serta pastikan titik registrationnya berada di tengah-tengah lalu tekan ok.

6. Klik kanan movie clip lingkaran di stage kemudian pilih Edit untuk masuk ke dalam stage movie clip lingkaran.

7. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :

1
2
//menghentikan frame agar tidak bergerak ke frame berikutnya
stop();

8. Klik kanan frame 1 dan pilih Copy Frames. Klik kanan frame 2 dan pilih Paste Frame.

9. Ubah warna garis lingkaran di frame 2 menjadi berwarna merah. Jika sudah tekan Ctrl+E untuk kembali ke stage scene 1.

10. Seleksi movie clip lingkaran di stage kemudian tekan Ctrl+D sebanyak 3 kali sehingga terdapat 4 buah movie clip lingkaran.

11. Seleksi movie clip lingkaran pertama dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul masukkan lingkaran1 sebagai instance name.

12. Berikan instance name pada lingkaran yang lain sesuai nomornya. Sehingga di stage terdapat 4 buah movie clip yang masing-masing berinstance name lingkaran1, lingkaran2, lingkaran3, lingkaran4.

13. Atur posisi 4 buah movie clip lingkaran tadi seperti gambar di bawah ini :

letak-movie-clip

14. Jika ukuran movie clip lingkaran terlalu besar maka kecilkanlah dengan menggunakan Free Transform Tool.

15. Buatlah 3 buah static text masing-masing bertuliskan A, B, perbedaan lagi.

16. Buatlah sebuah dynamic text dan pada panel properties masukkan jumlah sebagai Var.

17. Buatlah sebuah dynamic text dengan tulisan RESET dan pada panel properties aktifkan tombol Show border around text.

18. Seleksi dynamic text bertuliskan RESET dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan reset_btn sebagai name dan button sebagai type lalu tekan ok.

19. Seleksi button reset_btn dan pada panel properties masukkan reset_btn sebagai instance name.

20. Atur letak seluruh objek yang dibuat seperti gambar di bawah ini :

letak-objek-frame-1

21. Klik tombol Insert layer pada timeline sehingga memunculkan layer baru bernama Layer 2. Klik dan drag Layer 2 ke bawah sehingga berada di bawah layer 1

22. Klik frame 1 layer 2 dan buatlah sebuah invisible button dengan panjang dan lebar sama dengan panjang dan lebar kotak yang memuat gambar A.

23. Letakkan invisible button tersebut tepat di tengah-tengah gambar A.



24. Klik frame 1 layer 1 dan pada panel actions masukkan script berikut :

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
//membuat variable jumlah dengan nilai 4
jumlah = 4;
//membuat variable i dengan nilai i=1, i=2, i=3, i=4
for (i=1; i<=4; i++) {
//nilai transparansi lingkaran+i menjadi 0
_root["lingkaran"+i]._alpha = 0;
//ketika lingkaran+i ditekan
_root["lingkaran"+i].onPress = function() {
//jika lingkaran+i berada di frame 1
if (this._currentframe == 1) {
//variable jumlah dikurangi 1
jumlah--;
//nilai transparansi lingkaran+i menjadi 100
this._alpha = 100;
//mainkan frame 2 lingkaran+i
this.gotoAndStop(2);
}
};
}
//ketika reset_btn ditekan
reset_btn.onPress = function() {
//membuat variable i dengan nilai i=1, i=2, i=3, i=4
for (i=1; i<=4; i++) {
//mainkan frame 1 lingkaran+i
_root["lingkaran"+i].gotoAndStop(1);
//nilai transparansi lingkaran+i menjadi 0
_root["lingkaran"+i]._alpha = 0;
//nilai variable jumlah menjadi 4
jumlah = 4;
}
};

25. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.

Sourcenya dapat di download di sini

Spektrum suara

Spektrum suara yang kita buat ini tidak sinkron dengan musik (hanya untuk hiasan saja). Teknik pembuatanya akan menggunakan animasi frame.

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Pada frame 1, buatlah sebuah garis lurus di tengah-tengah stage seperti gambar di bawah ini.

sp1

3. Klik kanan frame 10 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 10.

sp2

4. Klik kanan frame 11 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 11.

sp3

5. Klik kanan frame 12 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 12.

sp4

6. Klik kanan frame 13 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 13.

sp5

7. Klik kanan frame 14 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 14.

sp6

8. Klik kanan frame 15 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 15.

sp7

9. Klik kanan frame 16 dan pilih Insert Keyframe. Gambarlah garis seperti gambar di bawah ini pada frame 16.

sp8


10. Klik kanan frame 17 dan pilih Insert Blank Keyframe. Pastikan anda masih menyeleksi frame 17, lalu tekan F9 pada keyboard. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
1
2
//mainkan frame sesuai nilai acaka 7 yang kemudian ditambah 10
gotoAndPlay(random(7)+10);

11. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.

Filter

Panel Filter adalah panel yang digunakan untuk memberikan efek pada suatu objek. Objek tersebut berupa text, movie clip dan button. Fasilitas filter ini mulai diperkenalkan pada Flash 8. Objek yang menggunakan efek dari fasilitas filter ini tidak hanya berubah tampilannya saja tetapi dapa juga dianimasikan dengan menggunakan motion tween. Misalnya pada frame 1 anda membuat sebuah movie clip lingkaran dan pada frame 10 anda memberikan efek glow pada movie clip lingkaran tersebut apabila kemudian anda memberikan motion tween pada frame lingkaran itu berada maka akan terlihat sebuah animasi dimana sebuah lingkaran yang tadinya biasa saja kemudian berubah menjadi bersinar. Untuk menggunakan panel filter ini anda dapat membukanya melalui menubar Window>Properties>Filters.

1. Add Filter : ketika tombol ini ditekan akan muncul menu lagi

Preset : akan muncul 3 menu apabila anda menyeleksi menu preset ini.

Save As : digunakan untuk menyimpan filter dengan parameter yang sudah anda atur. Untuk menggunakannya, terlebih dahulu anda harus memilih filter yang sudah disediakan. Kemudian atur parameternya sesuai keinginan anda. Lalu pilih Save As ini untuk menyimpan filter hasil modifikasi anda. Filter hasil Save As akan muncul di bawah Delete

Rename : digunakan untuk mengulangi pemberian nama filter hasil Save As

Delete : digunakan untuk menghapus filter hasil Save As

Remove All : digunakan untuk menghapus seluruh filter yang anda gunakan pada objek yang terseleksi.

Enable All : digunakan untuk mengaktifkan filter yang sebelumnya dinonaktifkan pada objek yang terseleksi.

Disable All : digunakan untuk mengnonaktifkan filter yang sebelumnya diaktifkan pada objek yang terseleksi.

Drop Shadow : digunakan untuk memberikan efek drop shadow pada objek

Blur : digunakan untuk memberikan efek blur pada objek

Glow : digunakan untuk memberikan efek glow pada objek

Bevel : digunakan untuk memberikan efek bevel pada objek

Gradient Glow : digunakan untuk memberikan efek gradient glow pada objek

Gradient Bevel : digunakan untuk memberikan efek gradient bevel pada objek

Adjust Color : digunakan untuk mengatur brightness, contrast, saturation, dan hue pada objek

2. Remove Filter : digunakan untuk menghapus filter yang digunakan pada objek yang terseleksi. Untuk menghapus filter yang anda gunakan, anda terlebih dahulu harus menyeleksi filter yang ingin dihapus lalu itu tekan tombol remove filter ini untuk menghapusnya.

3. Filter Box : Kotak yang digunakan untuk menampilkan filter yang digunakan pada objek.

A. Menggunakan drop shadow

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.

3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.

4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih drop shadow.

5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :

1. Blur X : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan drop shadow berdasarkan koordinat x

2. Blur Y : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan drop shadow berdasarkan koordinat y

3. Strength : digunakan untuk mengatur ketebalan drop shadow

4. Quality : digunakan untuk mengatur kualitas drop shadow

5. Color : digunakan untuk mengganti warna drop shadow

6. Angle : digunakan untuk mengatur sudut drop shadow dengan objek

7. Distance : digunakan untuk mengatur jarak drop shadow dengan objek

8. Knockout : digunakan untuk membuat warna objek menjadi transparan

9. Inner Shadow : digunakan untuk membuat drop shadow berada di dalam objek

10. Hide Object : digunakan untuk membuat objek menghilang

6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk drop shadow.

7. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya

Contoh hasil berkreasi dengan drop shadow

B. Menggunakan blur

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.

3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.

4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih blur.

5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :

1. Blur X : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan blur berdasarkan koordinat x

2. Blur Y : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan blur berdasarkan koordinat y

3. Quality : digunakan untuk mengatur kualitas blur

6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk blur.

7. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya

Contoh berkreasi dengan blur

C. Menggunakan glow

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.

3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.

4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih glow.

5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :

1. Blur X : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan glow berdasarkan koordinat x

2. Blur Y : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan glow berdasarkan koordinat y

3. Strength : digunakan untuk mengatur ketebalan glow

4. Quality : digunakan untuk mengatur kualitas glow

5. Color : digunakan untuk mengganti warna glow

6. Knockout : digunakan untuk membuat warna objek menjadi transparan

7. Inner Shadow :digunakan untuk membuat glow berada di dalam objek

6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk glow.

7. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya

Contoh berkreasi dengan glow

D. Menggunakan bevel

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.

3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.

4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih bevel.

5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :

1. Blur X : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan bevel berdasarkan koordinat x

2. Blur Y : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan bevel berdasarkan koordinat y

3. Strength : digunakan untuk mengatur ketebalan bevel

4. Quality : digunakan untuk mengatur kualitas bevel

5. Shadow : digunakan untuk mengatur warna bayangan bevel

6. Highlight : digunakan untuk mengatur warna cahaya bevel

7. Angle : digunakan untuk mengatur sudut bevel dengan objek

8. Distance : digunakan untuk mengatur jarak bevel dengan objek

9. Knockout : digunakan untuk membuat warna objek menjadi transparan

10. Type : digunakan untuk mengatur tampilan bevel. Terdapat 3 pilihan yaitu : Inner (efek bevel hanya berada di dalam objek), Outer (efek bevel hanya berada di luar objek), Full (efek bevel berada di dalam dan di luar objek)

6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk bevel.

7. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya

Contoh berkreasi dengan bevel

E. Menggunakan gradient glow

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.

3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.

4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih gradient glow.

5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :

1. Blur X : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan gradient glow berdasarkan koordinat x

2. Blur Y : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan gradient glow berdasarkan koordinat y

3. Strength : digunakan untuk mengatur ketebalan gradient glow

4. Quality : digunakan untuk mengatur kualitas gradient glow

5. Angle : digunakan untuk mengatur sudut gradient glow dengan objek

6. Distance : digunakan untuk mengatur jarak gradient glow dengan objek

7. Knockout : digunakan untuk membuat warna objek menjadi transparan

8. Type : digunakan untuk mengatur tampilan gradient glow. Terdapat 3 pilihan yaitu : Inner (efek gradient bevel hanya berada di dalam objek), Outer (efek gradient bevel hanya berada di luar objek), Full (efek gradient bevel berada di dalam dan di luar objek)

9. Gradient Color : digunakan untuk mengatur warna pada gradient glow

6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk gradient glow.

7. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya

Contoh berkreasi dengan gradient glow

F. Menggunakan gradient bevel

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.

3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.

4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih gradient bevel.

5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :

1. Blur X : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan gradient bevel berdasarkan koordinat x

2. Blur Y : digunakan untuk mengatur tingkat kekaburan gradient bevel berdasarkan koordinat y

3. Strength : digunakan untuk mengatur ketebalan gradient glow

4. Quality : digunakan untuk mengatur kualitas gradient bevel

5. Angle : digunakan untuk mengatur sudut gradient bevel dengan objek

6. Distance : digunakan untuk mengatur jarak gradient bevel dengan objek

7. Knockout : digunakan untuk membuat warna objek menjadi transparan

8. Type : digunakan untuk mengatur tampilan gradient bevel. Terdapat 3 pilihan yaitu : Inner (efek gradient bevel hanya berada di dalam objek), Outer (efek gradient bevel hanya berada di luar objek), Full (efek gradient bevel berada di dalam dan di luar objek)

9. Gradient Color : digunakan untuk mengatur warna pada gradient bevel

6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk gradient bevel.

7. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya

Contoh berkreasi dengan gradient bevel

G. Menggunakan adjust color

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah sebuah static text bertuliskan EXAMPLE.

3. Seleksi static text tersebut kemudian tekan Window>Properties>Filters pada menubar.

4. Pada panel filter yang muncul tekan tombol Add Filter (+). Pada menu yang muncul pilih adjust color.

5. Kemudian anda akan melihat tampilan panel filter seperti gambar di bawah ini :

6. Atur parameter-parameter yang ada untuk menghasilkan berbagai macam bentuk adjust color.

1. Brightness : Digunakan untuk mengatur tingkat ketebalan brightness

2. Contrast : Digunakan untuk mengatur tingkat ketebalan contrast

3. Saturation : Digunakan untuk mengatur tingkat ketebalan saturation

4. Hue : Digunakan untuk mengatur tingkat ketebalan hue

5. Reset : digunakan untuk membuat nilai brightness, contrast, suturation, dan hue menjadi 0

7. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya

Membuat Keyboard

Mengetik menggunakan keyboard sudah biasa, tapi kali ini kita akan mengetik dengan menekan tombol yang sudah disediakan. Prinsipnya sama seperti kalkulator. Jika tombol pada kalkulator ditekan akan muncul angka, pada tutorial di bawah ini akan muncul huruf.

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah sebuah input text di stage. Seleksi input text tersebut dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul masukkan kertas sebagai var dan aktifkan tombol show border around text.

3. Buatlah sebuah persegi berwarna merah dengan hitam sebagai warna garisnya. Seleksi persegi tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan kotak_btn sebagai instance name dan button sebagai type lalu tekan ok.

4. Seleksi kotak_btn di stage dan tekan Ctrl+D sebanyak 27 kali.

5. Buatlah 27 buah static text masing-masing bertuliskan huruf abjad a-z, Space, Clear All.

6. Letakkan setiap static text tadi di tengah-tengah kotak_btn. Atur ukuran kotak_btn yang ditempati static text bertuliskan Space dan Clear All menjadi lebih besar.

7. Setelah masing-masing static text terpasang pada seluruh kotak_btn. Atur letaknya sehingga seperti gambar di bawah ini :

ltak-kybord

8. Berikan seluruh kotak_btn di stage dengan instance name seperti gambar di bawah ini :

Arahkan kursor mouse pada salah satu kotak untuk mengetahui instance namenya

9. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
//membuat variable bernama kertas dengan nilai kosong
kertas = "";
//membuat array bernama yang di dalamnya berisi kumpulan huruf abjad
huruf = ["a", "b", "c", "d", "e", "f", "g", "h", "i", "j", "k", "l", "m", "n", "o", "p", "q", "r", "s", "t", "u", "v", "w", "x", "y", "z"];
//membuat variable i dengan nilai 1 sampai 26
for (i=1; i<=26; i++) {
//membuat variable no di dalam i+"_btn" dengan nilai sama dengan i
_root[i+"_btn"].no = i;
//ketika i+"_btn" ditekan
_root[i+"_btn"].onPress = function() {
//menambahkan nilai pada variable kertas sesuai nilai pada array huruf yang

berdasarkan nilai variable no tombol ini dikurangi 1
kertas += huruf[this.no-1];
};
}
//ketika space_btn ditekan
space_btn.onPress = function() {
//tambahkan spasi di variable kertas
kertas += " ";
};
//ketika clearall_btn ditekan
clearall_btn.onPress = function() {
//nilai variable kertas menjadi kosong
kertas = "";
};
onEnterFrame = function () {
kertas.focusEnabled = true;

};
10. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya

Actionscript

Actionscript terdiri dari 2 kata yaitu : action (aksi) dan script (tulisan/naskah) yang berarti tulisan/naskah yang beraksi

Actionscript adalah bahasa pemrograman yang digunakan di Flash. Hingga saat ini sudah mencapai 3 versi.

Actionscript 1.0 (tahun 2000 - tahun 2003) mulai dipergunakan pada Flash 5 dengan minimal dimainkan di Flash Player 5

Actionscript 2.0 (tahun 2003 - tahun 2006) mulai dipergunakan pada Flash MX 2004 dengan minimal dimainkan di Flash Player 7

Actionscript 3.0 (tahun 2006 sampai sekarang) mulai dipergunakan pada Flash CS3 dengan minimal dimainkan di Flash Player 9

Di Flash actionscript ditulis pada panel actions. Penulisan actionscript di panel actions dapat dilakukan pada 3 tempat yaitu pada movie clip, button, dan frame. Ketiga buah tempat tadi memiliki aturan penulisan yang berbeda.

1. Untuk menjalankan event pada button, script pada button penulisannya diawali dengan on(){}

2. Untuk menjalankan event pada movie clip, script pada movie clip penulisannya diawali dengan on(){} atau onClipEvent(){}

3. Untuk menjalankan event pada frame, script pada frame penulisannya diawali dengan onLoad=function(){} atau onEnterFrame=function(){} atau onPress=function(){} atau onRelease=function(){} dsb.

Ketiga cara penulisan script tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan. Kami lebih merekomendasikan menulis script pada frame karena apabila terdapat kesalahan/error pada script yang anda tulis anda dapat cepat memperbaikinya. Coba bandingkan apabila anda menulis script pada movie clip atau button, jika sampai muncul kesalahan/error pada script yang anda tulis, tentunya anda harus mengeceknya satu per satu mana yang error.


Untuk mengecek apakah terdapat kesalahan pada script yang anda tulis anda dapat menggunakan tombol Check syntax pada panel actions. Ketika tombol Check syntax ini ditekan, apabila script yang anda tulis terdapat kesalahan maka akan muncul kotak dialog beserta panel output yang di dalamnya berisi informasi kesalahan pada script anda. Apabila script yang anda tulis sudah benar maka akan muncul kotak dialog bertuliskan This script contains no errors.

Seperti dalam kehidupan nyata tulisan pada selembar kertas harus ditulis dengan rapi agar enak membacanya. Begitu juga penulisan script, apabila kurang rapi penulisannya tentunya anda akan tidak enak membacanya atau malah sampai bingung bagaimana membacanya. Untuk itu di Flash sudah disediakan fasilitas untuk merapikan script yang anda tulis. Caranya cukup mudah, apabila anda sudah yakin tidak ada error pada script yang anda tulis, silahkan anda menekan tombol Auto format pada panel actions. Jika anda menekan tombol tersebut maka script yang tadinya penulisannya kurang rapi (ada yang terlalu kekanan, ada yang terlalu banyak spasinya dsb) akan menjadi teratur dan rapi secara otomatis.

Berikut ini beberapa actionscript yang sering digunakan :

+

-

*

/

=

-=

+=

%=

*=

/=

!=

<

<=

==

>=

++

and

or

not

stop

play

gotoAndStop

gotoAndPlay

nextFrame

prevFrame

nextScene

prevScene

onClipEvent(){}

on(){}

trace

_x

_y

_xscale

_yscale

_visible

_height

_width

_alpha

_rotation

_currentframe

_xmouse

_ymouse

_totalframes

_quality

for

if

enabled

useHandCursor

getBytesLoaded

getBytesTotal

getURL

fscommand

loadMovie

unloadMovie

loadMovieNum

unloadMovieNum

setInterval

clearInterval

stopAllSounds

startDrag

stopDrag

hitTest

random

attachMovie

dupilateMovieClip

swapDepths

getNextHighestDepth

setMask

SharedObject

Sound constructor

attachSound

setVolume

start sound

stop sound

Variable

Array

Math

Efek salju

Efek yang dibuat kali ini adalah efek salju. Salju yang muncul akan kita buat dengan menggunakan attachMovie. Dimana nantinya sebuah lingkaran akan di attach ke dalam stage dengan posisi, ukuran, dan kecepatan yang di acak. Lingkaran ini akan bergerak turun terus. Apabila keluar dari stage maka lingkaran ini akan dihapus.

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah sebuah lingkaran kecil berwarna putih tanpa garis.

3. Seleksi lingkaran tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan salju sebagai name dan movie clip sebagai type serta pastikan titik registrationnya berada di tengah-tengah lalu tekan ok.

4. Hapus movie clip salju di stage kemudian tekan Ctrl+L. Pada panel library yang muncul klik kanan movie clip salju dan pilih linkage,

5. Pada panel yang muncul berikan tanda contreng pada Export for ActionScript dan masukkan salju sebagai identifier lalu tekan ok.

6. Buatlah sebuah persegi berwarna biru tua tanpa garis dengan panjang dan lebar sama dengan panjang dan lebar stage.

7. Letakkan persegi tersebut di tengah-tengah stage.

8. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
//membuat variable bernama jumlah_animasi dengan nilai 0
jumlah_animasi = 0;
//perintah yang dijalankan ketika frame ini dimainkan
onEnterFrame = function () {
//jika jumlah_animasi kurang dari 30
if (jumlah_animasi<30) {
//memasukkan movie clip berlinkage salhu ke dalam stage dengan instance name salju pada posisi x sama dengan nilai acak panjang stage dan posisi y sama dengan 0
salju = attachMovie("salju", "salju"+_root.getNextHighestDepth(), _root.getNextHighestDepth(), {_x:random(Stage.width), _y:0});
//nilai ukuran salju sama dengan nilai acak 30 ditambah 60
salju._xscale = salju._yscale=random(30)+60;
//membuat variable kecepatan di dalam movie clip salju dengan nilai acak 10 ditambah 2
salju.kecepatan = random(6)+2;
//varibale jumlah_animasi ditambah 1
jumlah_animasi += 1;
//perintah yang dijalankan ketika frame movie clip salju dimainkan
salju.onEnterFrame = function() {
//koordinat y movie clip ini ditambah nilai variable kecepatan movie clip ini
this._y += this.kecepatan;
//jika nilai koordinat y movie clip ini lebih dari nilai lebar stage
if (this._y>Stage.height) {
//hapus movie clip ini dari stage
this.removeMovieClip();
//nilai variable jumlah_animasi dikurangi 1
jumlah_animasi -= 1;
}
};
}
};

9. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.

Brrrrrr…..terasa dingin :D

Sourcenya dapat di download di sini

Scene

Scene ini bisa diartikan semacam membuat flash document baru namun dengan settingan flash document pertama yang anda buat. Scene ini cocok digunakan bagi anda yang membuat presentasi, pembelajaran interaktif, game yang membutuhkan pembagian beberapa menu seperti opening, main menu, ending. Sebenarnya hanya dengan menggunakan 1 buah scene bisa dilakukan tetapi nanti framenya akan terlihat panjang sekali. Oleh karena itu apabila anda menggunakan beberapa menu sebaiknya gunakan scene tambahan. Karateristik scene yang perlu anda ketahui adalah ketika frame pada timeline scene pertama habis untuk dimainkan maka secara otomatis akan langsung berpindah ke frame pada timeline scene kedua. Apabila frame pada timeline scene kedua habis untuk dimainkan maka otomatis akan memainkan frame pada timelinescene ketiga dan begitu seterusnya. Untuk mengatasinya anda perlu menggunakan actionscript, misalnya stop().

Untuk menggunakan scene ini, pertama hal yang anda lakukan adalah memunculkan panel scene terlebih dahulu dengan menekan Shift+F2 atau melalui menu bar Window>Other Panels>Scene.

panel-scene

Gambar panel scene

  • Setelah panel scene muncul anda dapat menambahkan scene pada flash document anda dengan menekan tombol + pada panel scene tersebut.
  • Untuk menduplikasi scene yang sudah ada anda dapat menekan tombol duplicate scene yang berada di sebelah kiri tanda +.
  • Untuk membuka scene, klik sekali nama scene yang diinginkan pada panel scene.
  • Untuk mengubah nama scene, klik dua kali (double klik) nama scene pada panel scene yang ingin dirubah namanya. Kemudian rubah namanya sesuai keinginan anda.
  • Untuk menghapus scene, seleksi terlebih dahulu scene yang anda ingin hapus dengan mengkliknya pada panel scene. Kemudian tekan tombol delete scene yang terletak disebalah kanan tombol + pada panel scene.

Untuk contoh penggunaannya silahkan lihat contoh berikut ini :

1. Buatlah sebuah flash document.

2. Buatlah 1 buah dyanmic text bertuliskan Pindah Scene. Seleksi dyanmic text tersebut dan tekan Ctrl+F3. pada panel properties yang muncul nonaktifkan tombol selectable dan aktifkan tombol show border around text.

3. Pastikan anda masih menyeleksi dyanmic text tadi kemudian tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan pindah_btn sebagai name dan button sebagai type lalu tekan ok.

4. Seleksi button pindah_btn dan pada panel propertiesnya masukkan pindah_btn sebagai instance name.

5. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :

1
2
3
4
5
6
7
//menghentikan jalannya frame
stop();
//ketika pindah_btn ditekan
pindah_btn.onPress = function() {
//mainkan frame 1 Scene 2
gotoAndPlay("Scene 2", 1);
};

6. Tekan Shift+F2 dan pada panel scene yang muncul tekan tombol + sekali maka akan muncul scene baru bernama Scene 2 sekaligus anda akan berpindah ke scene baru tersebut.

7. Pada stage scene baru buatlah sebuah static text bertuliskan Ini adalah scene 2.



8. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :

1
2
//menghentikan jalannya frame
stop();

9. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.

Silahkan tekan tombol pindah scene, anda secara otomatis akan berpindah ke scene 2.

Sourcenya dapat di download di sini